Entri Populer

Minggu, 13 November 2011

ASFIKSIA


2.1.      Konsep Teori Asfiksia
2.1.1.   Pengertian
Asfiksia Neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan O2 dan makin meningkatkan Co2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut (Manuaba, 1998 : 319)
Asfiksia Neonatorum adalah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus dan hipoksia ini berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, atau segera setelah bayi lahir. (Sarwono, 2002: 709).

2.1.2.   Etiologi
2.1.2.1.   Faktor Ibu
·         Pre - eklamasi dan eklampsia
·         Pendarahan abnormal (plasenta previa & soksio plasenta)
·         Partus lama dan partus macet
·         Demam selama persalinan
·         Infeksi berat (malaria, sifilis, TBC & HIV)
·         Kehamilan lewat waktu (> 42 minggu kehamilan)
2.1.2.2.   Faktor Tali Pusat
·         Lilitan tali pusat
·         Tali pusat pendek
·         Simpul tali pusat
·         Prolaps tali pusat
2.1.2.3.   Faktor Bayi
·         Bayi prematur (< 37 minggu)
·         Persalinan dengan tindakan (rangsang, bayi kembar, distonsia bayi, ekstrasi vakum, forsep)
·         Air ketuban bercampur mekonium (warna kehijauan)
(Depkes, 2007: 108)
2.1.3.   Diagnosa
2.1.3.1.   DJJ
·                     Meningkat 160 X/menit _ tingkat permulaan
·                     Jumlah sama dengan normal tetapi tidak teratur
·                     Jumlah penurunan dibawah 100 X/menit dan disertai tidak teratur
2.1.3.2.   Mekonium Dalam Air Ketuban
Pengeluaran mekonium dalam letak kepala menunjukan gawat janin. Karena terjadi perangsangan nervus X, sehingga peristaltik usus meningkat dan spinter ani terbuka.

2.1.4.   Klasifikasi
2.1.4.1    Asfiksia berat (nilai apgar 0 – 3)
Memerlukan resusitasi segera secara aktif, pembarian O2 terkendali. Karena selalu disertai asidosis, maka perlu diberikan Natrikus Biokarbonat 7,5% dengan dosis 2,4 ml/kg berat badan dan cairan glukosa 40% 1-2 ml/kg berat badan, diberikan via vena umbilikalis.
2.1.4.2.   Asfiksia ringan sedang (nilai apgar 4 - 6).
Memerlukan resusitasi dan pemberian oksigen sampai dapat bernapas normal kembali.
2.1.4.3.   Bayi normal atau sedikit asfiksia (nilai apgar 7 - 9).
2.1.4.4.   Bayi normal dengan nilai apgar 10.
(Mochtar, Rustam, 1998: 428).
2.1.5.   Patogenesi
2.1.5.1.   Bila janin kekurangan O2 dan kadar Co2 bertamba, timbulah rangsangan terhadap nervus vagus sehingga bunyi jantung janin menjadi lambat. Bila kekurangan O2 ini terus berlangsung maka nervus vagus tidak dapat dipengaruhi lagi. Timbulah kini rangsangan dari N. simpatikus. DJJ menjadi lebih cepat akhirnya irreguler dan menghilang.
2.1.5.2.   KekuranganO2  juga merangsang usus, sehingga mekonium keluar sebagai tanda janin dalam asfiksia.
2.1.5.3.   Janin akan mengadakan pernapasan intra uteri, dan bila kita periksa kemudian, terdapat banyak air ketuban dan mekonium dalam paru bronkus tersumbat dan terjadi atelektaksis, bila janin lahir alveoli tidak berkembang.
(Sarwono, 2002: 320).
2.1.6.   Penanganan
2.1.6.1.   Penanganan Umum
a.             Jangan biarkan bayi kedinginan, bersihkan mulut dan jalan napas.
b.            Lakukan resusitusi BBL.
c.             Gejalah pendarahan otak biasanya timbul pada beberapa hari post partum, jadi kepala dapat direndahkan, supaya lendir yang menyumbat pernafasan dapat keluar.
d.            Kalau diduga pendarahan otak berikan vit. K 1 – 2 hari.
e.             Berikan tranfusi dara via tali pusat atau glukosa.
(Mochtar, Rustam, 1999: 428)
2.1.6.2.   Penanganan Awal
a.             Jaga Bayi Tetap Hangat
·         Letakan bayi di atas kain yang ada di atas perut ibu atau dekat perineum.
·         Selimuti bayi dengan kain tersebut, potong tali pusat.
·         Pindahkan bayi keatas kain ketempat resusitasi.
b.            Atur Posisi Bayi
·         Baringakan bayi terlentang dengan kepala didekat penolong.
·         Ganjal bahu agar kepala sedikit ekstensi.
c.      Isap Lendir
Gunakan alat pengisap lendir De lee atau bola karet
·         Pertama, isap lendir didalam mulut, kemudian baru isap lendir di hidung
·         Hisap lendir sambil menarik keluar pengisap (bukan pada saat memasukkan).
·         Bila menggunakan pengisap lendir De lee, jangan memasukkan ujung pengisap terlalu dalam (lebih dari 5 cm kedalam mulut atau lebih dari 3 cm kedalam hidung) karena dapat menyebabkan denyut jantung bayi melambat atau bayi berhenti bernapas.
d.      Keringkan dan Rangsang Bayi
·         Keringkan bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainya dengan sedikit tekanan. Rangsangan ini dapat memulia pernapasan bayi atau bernapas lebih baik.
·         Lakukan rangsangan taktis dengan beberapa cara dibawah ini:
Ø   Menepuk atau menyentil telapak kaki.
Ø   Menggosok punggung, perut, dada atau tungkai bayi dengan telapak tangan.
e.      Atur Kembali Posisi dan Selimuti Bayi
·         Ganti kain yang telah basah dengan kain bersih dan kering yang baru (disiapkan)
·         Selimuti bayi dengan kain tersebut, jangan tutupi bagian muka dan dada agar pemantauan pernapasan bayi dapat diteruskan.
·         Atur kembali posisi terbaik kepala bayi (ekstensi)
f.       Lakukan Penilaian Bayi
·         Lakukan penilaian apakah bayi bermapas normal, megap-megap atau tidak bernapas.
(Depkes, 2007: 113)
2.1.6.3.   Penanganan Lanjut Yaitu Vertilasi
a.             Pasang sungkup, perhatikan lekatan
b.            Ventilasi 2 kali dengan tekanan 30 cm air, amati besaran dada bayi.
c.             Bila dada bayi mengembang, lakukan ventilasi 20 kali dengan tekanan 20 cm air dalam 30 detik
d.            Penilaian apakah bayi menangis atau bernapas spontan dan teratur?
(Depkes, 2007: 117)
2.1.7.   Asuhan Pascaresusitasi
Asuhan pasca resusitasi diberikan sesuai dengan keadaan bayi setelah menerima tindakan resusitasi. Asuhan pasca resusitasi dilakukan paa keadaan:
2.1.7.1.   Resusiasi berhasil.
Bayi menangis dan bernapas normal sesudah langkah awal atau sesudah ventilasi.Perlu pemantauan dan dukungan.
2.1.7.2.   Resusitasi tida /kurang berhasil.
Bayi perlu rujukan yaitu sesudah ventilasi 2 menit belum bernapasatau bayi sudah bernapas tetapi masih megap-megap atau pada pemantauan ternyata kondisinyamakin memburuk.
2.1.7.3.   Resusitasi gagal.
Setelah 20 menit diventilasi, bayi gagal bernapas.
(Depkes, 2007: 118)
2.1.8.   Prognosis
Asfiksia livida lebih baik dari palida. Prognosis tergantung pada kekurangan O2 dan luasnya perdarahan dalam otak. Bayi yang dalam keadaan asfiksia dan pulih kembali harus dipikirkan kemungkinanya menderita cacat mental seperti epilepsi dan bodoh pada masa mendatang.
(Mochtar, Rustam, 1998: 429)
           
2.1.9.   Gejala dan Tanda Asfiksia.
2.1.9.1    Tidak bernapas atau bernapas megap-megap.
2.1.9.2.   Warna kulit kebiruan.
2.1.9.3.  Kejang. 
2.1.9.4.   Penurunan kesadaran.
(Depkes, 2007: 109)
2.1.10. Komplikasi.
2.1.10.1. Cacat mental
2.1.10.2. Pneumonia dan mugkin kematian.




DAFTAR PUSTAKA
Depkes. 2007. Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal Revisi 2007. Jakarta. JNPK – KR.
Depkes. 2005. Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir. Jakarta.
Mansjoer, Arief. 2002. Kapita Selekta Kedokteran Edisi III. Jilid I. FKUI: Media Aesculapius.
Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC.
Wiknojasastro, Hanifa dkk. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta. YBPSP.

Rabu, 05 Oktober 2011

Askeb Gravida Muda


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A. LATAR BELAKANG

Masa kehamilan di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari [ 40 Minggu / 9 bulan 7 hari ], di hitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi 3 triwulan yaitu Triwulan I di mulai dari konsepsi  sampai 3 bulan, Triwulan II di mulai dari bulan ke empat sampai 6 bulan, dan Triwulan III dari bulan ke tujuh sampai 9 bulan.
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan social di dalam keluarga. Sering kita jumpai seorang ahli medik terlatih kurang/jarang terlibat dalam kondisi yang biasanya sehat dan normal. Mereka menghadapi suatu tugas yang belum biasa dalam memberikan dukungan pada ibu dan keluarganya dalam rencana menyambut anggota keluarga baru, memantau perubahan-perubahan fisik yang dialami ibu serta pertumbuhan janin, juga mendeteksi dan menatalaksana setiap kondisi baik normal maupun yang tidak normal. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir, namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang di harapkan. Oleh karena itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi adanya kelainan-kelainan selama kehamilan.

B.  TUJUAN

a.   Secara Umum            :  Setelah  melakukan   Asuhan   Kebidanan    pada  ibu  gravida              
                                            muda, mahasiwa mendapatkan pengalaman dalam                                                
                                            penatalaksanaan kebidanan untuk gravida muda.
b.  Secara Khusus            :
                                            *    Mahasiwa dapat melakukan pengkajian dengan baik
·         Mahasiwa dapat mengidentifikasi masalah
·         Mahasiwa dapat menentukan antisipasi masalah
·         Mahasiswa dapat menentukan identifikasi kebutuhan segera
·         Mahasiswa dapat membuat rencana tindakan
·         Mahasiswa dapat melaksanakan tindakan keperawatan
·         Mahasiswa dapat mengevaluasi Asuhan Kebidanan pada gravida muda

METODE PENULISAN
a.       Studi pustaka
b.      Wawancara langsung dengan klien
c.       Studi dokumentasi melengkapi data dengan melihat catatan klien
d.      Melakukan pemeriksaan secara langsung baik fisik maupun psikologis

SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I           :  Pendahuluan.
BAB II          :  Tinjauan Teori
BAB III         :  Tinjauan Kasus
BAB IV         :  Pembahasan
BAB V          :  Penutup
Daftar Pustaka.






                      
  
                                           







BAB  II
TINJAUAN TEORI

TEORI KEHAMILAN

  1. DEFINISI
Kehamilan terjadi apabila terdapat pertemuan dan persenyawaan antara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa).
  1. PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA WANITA HAMIL
  2. PERUBAHAN FISIOLOGI

PERUBAHAN YANG KELIHATAN

-  Perubahan Kulit.
   Pada kulit terlihat hiperpigmentasi ialah adanya kelebihan pigmen  pada  tempat-tempat 
   tertentu :
·         Pada muka :  pada kedua pipi dan hidung sehingga menyerupai topeng,      
                          biasa disebut 
·         Pada areola mammae dan puting susu
                         Daerah aerola akan berwarna lebih hitam. Sekitar areola    
                         biasanya tidak berwarna, sekarang berwarna hitam pula di
                         sebut secunder areola mammae. Putting susu juga menghitam
                         dan membesar serta lebih menonjol.

·         Pada linea alba ialah garis hitam yang terbentang atas symphisis sampai pusat. Warnanya lebih hitam dan apabila timbul garis baru yang terbentang ditengah-tengah atas pusat ini disebut linea nigra. Adapula Striae gravidarum, terdapat 2 macam yaitu striae lividae ialah garis yang warnanya biru pada kulit, dan striae albican yaitu garis biru tadi menjadi putih. Hal ini disebabkan pengaruh Melanophore Stimulating Hormon Lobus Hipofisis Anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis.

-  Perubahan Pada Kelenjar.
   Yang terlihat adalah kelenjar gondok lebih besar , jadi leher wanita berbentuk seperti   
    leher pria. Perubahan ini tidak selalu terdapat pada wanita hamil.

-  Perubahan Buah Dada.
    Buah  dada menyiapkan diri untuk memproduksi menyiapkan makanan pokok pada
    anak setelah lahir.
    Perubahan ini adalah sebagai berikut :
1.      Buah dada membesar tegang dan sakit.
2.      Vena dibawah kulit buah dada membesar dan kelihatan jelas.
3.      Hyperpigmentasi pada areola mammae dan putting susu serta timbul scundaire areola mammae.
4.      Kelenjar Montgomery membesar dan kelihatan dari luar, cairan yang dikeluarkan lebih banyak agar putting susu selalu lembab dan tidak mudah dihinggapi kuman.
5.      Buah dada ibu akan mengeluarkan cairan apabila dipijat. Pada kehamilan 16 minggu cairan jernih, kehamilan 16 sampai 32 minggu warna cairan agak putih seperti susu encer, dan pada kehamilan 32 minggu sampai anak lahir cairan lebih kental, warna kuning dan banyak mengandung lemak, ini disebut colostrums.
-  Perubahan Perut
    Perut akan kelihatan makin besar, pada hamil tua perut menjadi tegang, pusat menonjol
    keluar. Pada perut timbul triae graviolarum dan hyperpigmentasi pada linea alba serta  
    timbul pula linea nigra.
-  Perubahan Alat Kelamin Luar.
    Pada alat kelamin luar, kelihatan kebiruan disebabkan karena pembuluh darah mekar,  
    darah yang pergi ke uterus banyak sekali sesuai dengan kebutuhan uterus untuk 
    membesarkan dan memberikan makan janin.
-  Perubahan Pada Tungkai.
   Perubahan pada tungkai ialah timbulnya varices pada sebelah atau kedua tungkai. Pada
    hamil tua sering oedem pada salah satu tungkai. Oedem disebabkan karena tekanan
    uterus yang membesar pada vena femoralis sebelah kanan/kiri.
-  Sikap Penderita Pada Waktu Kehamilan . Sikapnya menjadi cordose.

PERUBAHAN YANG TIDAK KELIHATAN.

A.  Perubahan Pada Alat Pencernaan

      Alat pencernaan lebih kendor, peristaltic kurang, hypersekresi dari kelenjar-kelenjar
      dalam alat pencernaan sehingga menimbulkan rasa mual, muntah, ngidam,  
      hypersalivasi dan lain-lain. Peristaltic yang kurang dapat menimbulkan konstipasi 
      atau obstipasi.

B.  Perubahan Pada Alat Peredaran Darah.
  1. Perubahan pada darah.
Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya pada umur kehamilan 32 minggu. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25-30%, sedangkan sel darah bertambah + 20%. Curah jantung akan bertambah sekitar 30%. Bertambahnya hemodilusi darah akan tampak pada kehamilan 16 minggu, sehingga penyakit jantung harus berhati-hati untuk hamil beberapa kali. Sel darah merah semakin meningkat untuk mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim, tetapi masih belum seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disebut anemia fisiologis.
  1. Perubahan pada jantung
Selama hamil jantung bekerja lebih berat karena memompakan untuk 2 orang dan di sebabkan bertambahnya volume darah tetapi kepekatan darah berkurang di samping itu pula terjadi pembesaran pada pembuluh-pembuluh darah.
3.      Perubahan tekanan darah.
Biasanya tekanan darah tidak naik biarpun volume darah meningkat, bahkan sedikit turun. Turunnya tensi disebabkan karena kepekatan darah berkurang elastisitas.

C.  Perubahan Pada Paru-Paru
      Paru-paru juga bekerja lebih berat karena menghisap zat asam untuk keperluan ibu 
      dan janin. Pada kehamilan tua posisi paru-paru terdesak agak keatas oleh
      membesarnya uterus.

D.  Perubahan Pada Alat Kecing
1.      Ginjal.
Ginjal bekerja lebih berat karena harus menyaring ampas dari dua orang.
      2.   Ureter.
            Ureter lebih melebar pada saat hamil di karenakan oleh pengaruh hormon
            progesterone, sehingga akan bertambah berkelok-kelok dan kendor yang
            menyebabkan lambatnya perjalanan urine ke kandung kemih, dan bendungan ini
            memudahkan terjadinya infeksi.
    
       3.  Kandung Kemih.
            Saat hamil muda kapasitas kandung kemih berkurang karena desakan uterus yang
            membesar dan pada hamil tua di sebabkan turunnya kepala ke rongga panggul 
            sehingga ibu sering kencing/beser.
E.  Perubahan Pada Tulang Dan Jaringan.
     Keadaan tulang pada kehamilan mengalami perubahan bentuk tulang belakang yang
     menyesuaikan diri dengan keseimbangan badan berhubungan dengan membesarnya
     uterus. Oleh karena itu kelihatan pada kehamilan yang sudah agak lebih dari 6 bulan
     sikap wanita menjadi lordose. Jaringan sifatnya menjadi lebih longgar dan bersifat
     mengikat garam.
F.  Perubahan Pada Alat Kelamin Dalam.
     Perubahan sudah pasti ada, karena merupakan organ reproduksi.

PERUBAHAN PSIKOLOGI
Menurut Teori Rubin.
1.  Trimester I      :  Ambivalen, takut, fantasi, kuatir.
2. Trimester II  : Perasaan lebih enak, meningkatnya kebutuhan untuk mempelajari
                                 tentang perkembangan dan pertumbuhan janin, kadang kelihatan 
                                 egosentrik dan self centered.
3.  Trimester III  :  Berperasaan aneh , sembrono, menjadi lebih intrevert, mereflesikan
                                 terhadap pengalamanmasa lalu.

PEMBAGIAN USIA KEHAMILAN
Dibagi dalam III Trimester   :   -  Trimester  I           :  0 – 12  minggu
                                                   -  Trimester  II         :  13 – 27 minggu
                                                   -  Trimester  III        :  28 – 40 minggu
Sedangkan frekwensi pemeriksaan kehamilan (ANC) adalah :
             -   Umur kehamilan  1 – 4 bulan     :  1 bulan sekali
             -   Umur kehamilan  5 – 7 bulan     :  3 minggu sekali
             -   Umur kehamilan  7 – 9 bulan     :  tiap 2 minggu
             -   Umur kehamilan  9 – 10 bulan    :  tiap 1 minggu

DIAGNOSA
1.  Tanda Hamil / Tidak
a.       Tanda yang mungkin subyektif ;
-          amenarhae
-          mual dan muntah
-          merasakan gerak anak (oleh Ibunya)
      b.   Tanda  mungkin yang obyektif .
                  -    Tanda Piskosek          :  pembesaran dan perubahan bentuk rahim, lebih
                                                                   besar di tempat nidasi.
                  -     Tanda Hegar                  :   konsistensi rahim yang lunak terutama didaerah
                                                                   istmas uteri.
                  -     Tanda Chadwich            :  pada vagina terlihat daerah livida dan keunguan
                                                                   karena cangesti vena.
-          Kontraksi Broxton Hicks
-          Ballotemeat       : minggu IV/V untuk sementara ada yang
                                            menganggap ini tanda pasti.
Tanda Pasti ;
-          Terdengar DJJ /cortonen
-          Terlihat/terdengar /terasa gerakan anak (oleh pemeriksa)
-          Rangka janin           Ro

2.  Primi / Multi gravida
                                         Primigravida                                       Multigravida
-  Buah dada                   -   tegang                                             -  lembek menggantung
-  Papila mammae          -   runcing                                            -  tumpul
-  Strias gravidarum       -   livide                                               -  albican
-  Vulva                          -   menutup                                          -  menganga
-  Vagina                        -   sempiot, rugae  (F)                          -  longgar, licin                   
-  perineum                    -   utuh                                                 -  jaringan parut
-  Ostium uteri ext         -   bulat                                                 -  berbentuk garis.

3.  Tuanya Kehamilan.
Tuanya kehamilan dapat di perkirakan dari  :
-          lamanya amenorhoe
-          tinggi fundus uteri  è hanya berguna untuk letak kepala
·         Rumus Mc. DONALD ;  
TFU dalam cm  = tuanya kehamilan dalam bulan       
            3,5 cm
20 cm      =  5 bulan
23 cm      =  6 bulan
26 cm      =  7 bulan
30 cm      =  8 bulan
33 cm      =  9 bulan
-          dari saat mulai terasa pergerakan anak
-          saat mulai terdengar DJJ

4.  Anak Hidup / Mati
Tanda anak mati dalam rahim :
-          Bunyi jantung anak tidak terdengar lagi.
-          Rahim tidak membesar malahan fundus uteri turun
-          Palpasi anak menjadi kurang jelas
-          Reaksi biologis menjadi negatif
-          Pada gambar rontgen terlihat : *  tanda spalding
                                                       *  tulang punggung sangat melengkung
                                                       *  adanya gelembung-gelembung gas dalam
                                                           rahim
-          Ibu tidak merasa lagi pergerakan anak.
ANAK TUNGGAL / KEMBAR.
Tanda anak kembar :
1        Perut lebih besar dari usia kehamilan
2        Meraba 3 bagian besar/lebih……bokong/kepala
      Meraba 2 bagian besar berdampingan
       Meraba banyak bagian kecil
3     Mendengar cortanen ……..punctum max.2 tempat
                                                   dengan perbedaan denyut   
                                                   lebih dari 10x/menit
3        Pada X photo terlihat kerangka janin.
Letak Anak
a.  Situs                 :  letak membujur/melintang
b.  Habitus            :  peksi / defleksi
c.  Fosific              :  menentukan letak kepala
d.  Presentasi         :  menentukan bagian terendah anak……letak kepala, let su, letak
                                 muka dan sebagainya

 Letak Intra Uterin/Extra Uterin

 Tanda-tanda hamil intra uteri  :
                     Waktu meraba anak, uterus berkontraksi
Tanda-tanda hamil extra uteri yang lanjut :
-          Bagian anak mudah sekali di palpasi
-          Cortonen lebih jelas
-          Biasanya ada kelainan letak anak
-          Ligamentum Rotundum tidak berbeda
-          Disamping bayi teraba tumor è uterus
-          VT: uterus pembersaran biasa
-          Bila perlu Ro photo

Keadaan Umum Ibu

Keadaan umum ibu tentu sangat mempengaruhi prognosa persalinan, ibu yang lemah/sakit keras tentu tidak dapat diharapkan menyelesaikan persalinan.

Penegakan Diagnosa

Setelah diagnosa kita tentukan prognosa atau ramalan persalinan bisa kita tentukan.

Penatalaksanaan.
Dalam hal ini meliputi pengobatan, perawatan dan nasehat sesuai dengan diagnosa dan rencana tindakan.













           KONSEP ASUHAN KEBIDANAN PADA ANC


TUJUAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN :
1        Untuk mengetahui, mencegah sedini mungkin kelainan yang mungkin timbul.
2        Mempertinggi dan menjaga kondisi badan ibu dalam menghadapi kehamilan, persalinan dan menyusui.
3        Menanamkan pengertian kepada ibu-ibu agar memahami pentingnya penyuluhan yang diperlukan wanita hamil.
4        Mempersiapkan mental ibu/keluarga dalam menghadapi kehamilan dan persalinan.
5        Agar mendapatkan bayi dan ibu yang sehat.

LANGKAH  I    :   PENGKAJIAN


A.  DATA SUBYEKTIF

1. BIODATA
     Nama, umur, alamat, pekerjaan,kebangsaan/suku, tingkat pendidikan, Agama , untuk
     menentukan status social /ekonomi, untuk menentukan anjuran/pengobatan apa yang  
     akan diberikan.  
2. KELUHAN UTAMA
    Keluhan yang dirasakan ibu saat dating memeriksakan diri ,missal ibu mengatakan
    terlambat haid,mual, sering kencing, pusing dan lain-lain.
3. RIWAYAT KESEHATAN YANG LALU.
    Riwayat kesehatan apakah ibu pernah mengalami penyakit baik langsung maupuntidak
    langsung yang mempengaruhi kehamilan, persalinan dan nifas, misal  :  kejang,
    hipertensi, kencing manis, sesak dan lain-lain.
4. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA.
    Apakah ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit dan mempengaruhi
    kehamilan langsung/tidak langsung, missal  :  penyakit TBC, penyakit jantung, kencing
    manis, hipertensi, gemelly,PMS dan lain-lain.
5. RIWAYAT HAID
    Menarche, siklus haid lamanya haid, HPHT è Ramalan persalinan dan usia   
    kehamilan.
6. RIWAYAT PERKAWINAN.
    Kawin berapa kali, lama kawin, umurI kawin, jarak perkawinan dengan kehamilan,
    untuk prognosa ibu hamil ini termasuk resiko rendah/resiko tinggi/resiko sangat
    tinggi/termasuk mahal/tidak.     
7. RIWAYAT KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS YANG LALU.
    Untuk menentukan/ prognosa kehamilan sekarang, apakah ada tanda-tanda atau
    kelainan seperti riwayat kehamilan yang lalu (perdarahan dll).
8. RIWAYAT KEHAMILAN YANG SEKARANG
    Bagamana keadaan kesehatan kehamilan yang sekarang, apakah ibu dan janin dalam    
    keadaan sehat.
9. RIWAYAT  KB
    Utuk mengetahui program KB yang diikuti ibu sebelum hamil.


10. KEADAAN PSIKOSOSIAL .
       Bagaimana keadaan psikis ibu saat ini, bagaimana hubungan ibu dengan keluarga  
       dan tetangga, bagaimana dengan kehamilan saat ijni, apakah di harapkan/tidak, jika
       diharapkan jenis kelemin apa yang diharapkan dan lain-lain.
11. LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA
      Apakah selama hamil ibu minum jamu, apakah ada pantangan makanan, apa ada adat
       budaya yang mengikat. Selama hamil apakah sering mengadakan selamatan.
       Kebiasaan-kebiasaan keluarga yang berpengaruh lansung terhadap kehamilan.
12. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI

     A. POLA NUTRISI

          Bagaimana  nafsu makannya , berapa kali makan dalam sehari, jumlah minumnya,
          ditanya pola makan selama hamil, karena makanan dan minuman merupakan salah
          satu factor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin serta
          mempertahankan kondisi klien. Oleh karena itu makanan/minuman yang bergizi,                               
          cukup dan bervariasi sangat diperlukan.
      B. POLA ELIMINASI.
           Apakah selama hamil dan sebelum hamil, BAB/BAK ada keluhan/tidak ,
            lancar/tidak, berapa kali frekwensinya dalam sehari.
   C. PERSONAL HYGENE.
            Bagaimana menjaga kebersihan tubuhnya, seperti ;  berap kali mandi dalam
            sehari, ganti baju dalam sehari, gosok gigi dalam sehari, keramas dalam
            seminggu.
        D. POLA AKTIFITAS.
             Data yang perlu ditanyakan adalah frekwensi hubungan seksual, sebelum hamil
             dan selama hamil dan apakah ada keluhan sewaktu melakukan hubungan seksual      

B.  DATA OBYEKTIF

  1. Pemeriksaan Umum.
-          Bagaimana kesadaran serta keadaan umum.
-          Macam pemeriksaan :
       *  Tinggi badan             *  Tekanan darah                  *  Nadi
       *  Berat badan               *  S u h u                               *  Nafas
      2.   Pemeriksaan Khusus.
    1. Inspeksi  :
-  Kepala                 :  keadaan rambut, warna rambut.
-  Muka                   :  cloasma gravidarum, sembab/oedem.
-  Mata                    :  warna selera mata, konjungtiva anemis/tidak.
- Mulut       : kebersihan mulut, lidah, gigi, caries gigi, bibir
                                     pucat/tidak.
-  Telinga                  :  simetris/tidak, kebersihan, kelainan.
-  Hidung                  :  kebersihan, secret, polip.
-  Leher                     :  pembesaran kelenjar thyroid, pembesaran vena juga      
                                    laris.
- Dada            :  kebersihan, hyperpigmentasi pada areola, puting
                                     susu menonjol, vena membayang, kelenjar
                                     Montgomery menonjol, bekas operasi.
-  Perut                    :  pembesaran perut, adanya linea, striae, gerakan janin 
                                   bekas luka operasi.
-  Genetalia              :  kebersihan, varices, perineum, fluor albus, anus ada
                                    hemoroid / tidak .
-  Ekstremitas          :  simetris, reflek, oedem, varices, kelainan-kelainan.
b.  Palpasi
     Pemeriksaan secara sistematis dengan urutan  :
     1.  Muka           3.  Dada (payudara)           5.  Hepar  - limpa
     2.  Leher            4.  Perut (Leopold)            6.  Extremitas (tungkai)
     Palpasi perut menggunakan Leopold dibagi dalam 4 tahap yaitu :
     *  LEOPOLD I , Guna  :      
                   -  untuk menentukan tinggi fundus uteri .
                   -  menentukan bagian yang terdapat pada fundus uteri.
     *  LEOPOLD II, Guna  :
                   -  untuk menentukan dimana letak punggung dan bagian kecil.
     *  LEOPOLD III, Guna :
                   -  untuk menentukan apa yang terdapat pada bagian bawah uterus,
                       dan apakah masih dapat digerakkan.
     *  LEOPOLD IV, Guna  :
                  Untuk menentukan seberapa bagian terdahulu janin telah masuk
                  dalam pintu atas panggul :
                  -  Convegent è sebagian kecil kepala sudah turun .
                  -  Sejajar        è setengah dari kepala sudah turun .
                                    - Divergent   è sebagian besar kepala sudah masuk rongga
                                                                     panggul
      Perbedaan perabaan antara bokong dan kepala :
              *  Bokong     :  besar, padat, tidak rata dan tidak berballotement.
              *  Kepala      :  besar, keras, rata dan berballotement.
      Sebagai pedoman untuk mengukur tingginya fundus uteri digunakan 3
      bagian tubah  :  -  Proccesus Xyphoideus  (PX)
                               -  Pusat (pst)
                               -  Symphisis (symp)
c.  Auskultasi
     Untuk mendengarkan denyut jantung janin.
     Dengan terdengarnya denyut jantung janin ddi pastikan  :
1.      Adanya kehamilan
2.      Janin hidup
3.      Letak janin dalam uterus
                       Suara yang dapat ditangkap dari auskultasi :
                                 *   Pihak janin    : -  denyut jantung janin.
                                                              -  gerakan janin
                                                              -  bising tali pusat
                                 *   Pihak ibu       : -  detik aorta
                                                              -  bising uterus
                                                              -  bising usus
                       Daerah yang paling jelas untuk mendengarkan DJJ disebut Punctum
                       Maximum.
d.  Periksa Panggul.
     Ukuran yang diperiksa  : 1.  Distansia  Spinarum               :     25 cm
                                             2.  Distansia Cristarum                :     28 cm
                                             3.  Distansia Transversa               :     13 cm
                                             4.  Distansia Obliq                        :     12 cm
                                             5.  Conjugata Vera                        :     11 cm
                                             6.  Conjugata Externa                   :      18 cm
                                             7.  Ukuran Lingkar panggul          :     80 cm
e.  Pemeriksaan Dalam  (VT).
              *  vulva, vagina                            *  keadaan jalan lahir
              *  portio                                        *  fluor albus
              *  corpus uteri
f.  Pemeriksaan Penunjang / Laboratorium.
     Macam-macam pemeriksaan laboratorium :
·         Urine  -  protein  è  reproduksi
·         Darah  -  H6         è Golongan darah

LANGKAH II  :  IDENTIFIKASI MASALAH.
Diagnosa wanita hamil normal .
     G…..P…..Ab….usia kehamilan ………mgg, letak kepala, intra uterin, tunggal,
     hidup.Keadaan jalan lahir normal, keadaan ibu dan janin baik .
     *  D S   :  Ungkapan oleh klien tentang keluhan / masalah .
     *  D O  :  Data yang di peroleh petugas dari pemeriksaan .
Mengangkat masalah boleh lebih dari satu, sesuai dengan keadaan klien.
Contoh  masalah antara lain :
-          Sering kencing
-          Obstipasi
-          Sulit tidur
-          Cemas menghadapi persalinan
-          Kram pada kaki
-          Muntah-muntah
-          Kaki bengkak
-          Perdarahan pervaginam dll.                                         

LANGKAH III : ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

Masalah potensial seperti :
-          Potensial terjadinya HPP
-          Potensial terjadinya anemia
-          Potensial terjadinya abortus
-          Potensial terjadinya premature dll

   LANGKAH IV : IDENTIVIKASI KEBUTUHAN SEGERA
   Pada kondisi seperti :
-          Kejang
-          Perdarahan
-          Sesak napas dll                                               

LANGKAH V : RENCANA / INTERVENSI
Diagnosa ; G…P….Ab…, usia kehamilan…mgg, anak tunggal, hidup, intra uteri,
                   panggul normal, ku ibu dan janin baik.
Tujuan     : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1x 15 menit klien mengerti
                   penjelasan dari petugas.
 Kriteria    : klien mengerti tentang penjelasan dari petugas dan dapat menjelaskan
                    kembali
Intervensi dan rasional ;
  1. Lakukan pendekatan dengan klien
            Rasional : dengan pendekatan, terjalin kerja sama dan kepercayaan kepada  
                             petugas
  1. Jelaskan pada klien tentang kehamilan
           Rasional : dengan mengerti kehamilannya, ibu lebih dapat menjaga dan mau  
                           melakukan nasehat bidan.

LANGKAH VI :IMPLEMENTASI

-          Merupakan perwujudan dari rencana yang telah di susun
-          Dapat terealisasi dengan baik apabila diterapkan berdasar hakekat masalah
-          Jenis implementasi bisa dikerjakan oleh bidan sendiri, klien, kolaborasi dan rujukan.

LANGKAH VII     :   EVALUASI

Berguna untuk menilai kemampuan dalam memberi asuhan kebidanan  sebagai umpan balik untuk memperbaiki.
Dalam evaluasi menggunakan format SOAP yaitu ;
-          S     :   Data yang diperoleh dari wawancara langsung
-          O    :   Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan dan observasi
-          A     :   Pernyataan yang terjadi atas data subyektif dan data obyektif
-          P      :   Perencanaan yang ditentukan sesuai dengan masalah.